Latihan jadi Reporter

Cendekia Teknika (CT) menyelenggarakan Seminar Case High Impact for Your Future di Selasar KPFT UGM, pada 8 hingga 12 Oktober 2013. Sebuah acara memotivasi mahasiswa untuk berani bermimpi, beraksi, dan berkontribusi.
Sebagai organisasi mahasiswa yang bergerak dalam bidang keilmuan teknologi, CT merasa bahwa mahasiswa perlu didorong untuk menjadi agen perubahan serta diberi informasi mengenai cara mengaplikasikan ilmu mereka dalam masyarakat. Oleh karenanya Izadian Zami Fahrozi didaulat menjadi motivator, tak lupa Birul Qodriyah dari perwakilan mahasiswa untuk membagi pengalamannya. Meski CT baru pertama kali menyelenggarakan acara ini namun antusiasme terlihat dari peserta, ada 70 mahasiswa hadir, begitu ungkap Nurul, salah seorang panitia. Semoga ke depannya akan semakin banyak perubahan baik dalam masyarakat. Mahasiswalah yang bisa melakukannya.

Buta Warna

Seandainya aku terlahir buta warna, maka dunia terlihat sebagai bayangan yang nyata.

Segitukah suramnya dunia? Aku hanya bisa bertanya. Tentu saja tidak pernah membandingkan, aku tidak tahu apa itu warna. Aku hidup dan mengisi hidup seperti orang biasa. Barangkali orang biasa pun mengisi hidup sama seperti orang buta warna. Tidak ada gesekan, juga tabrakan. Hingga muncul persyaratan masuk kuliah, kemudian persyaratan masuk kerja. Orang-orang biasa memberi batasan pada orang-orang yang tidak melihat dunia seperti bagaimana mereka melihat dunia. Adilkah? Bisa jadi adil, untuk jurusan dan pekerjaan yang benar-benar membutuhkan kepekaan warna. Tapi disingkirkan untuk pekerjaan sehari-hari karena buta warna? Yang benar saja.

Ini sama salahnya dengan apartheid; merendahkan golongan yang berbeda. Sama salahnya dengan Nazi; merasa unggul lalu menyingkirkan cacat. Sama salahnya dengan kediktatoran dan ketotaliterian; melarang perbedaan pandangan.

Padahal setiap orang hidup dalam dunianya sendiri. Persis seperti orang buta warna dan dunianya.

Belum Selesai

Kuliahku belum selesai.
Skripsiku belum selesai.
Desainkosanpapa belum selesai.
Bukualex belum selesai.
Terjemahanesaiku belum selesai.
Perbaikanlaptopku belum selesai.
Beresinrumah belum selesai.
Ketikulangbukupertanyaan belum selesai.
Bacabukubuku belum selesai.
Tulisanku belum selesai.
Pencarianjatidiriku belum selesai.
Pencarianmaknahidupku belum selesai.

Hidupku adalah sebuah belum selesai besar yang diburu selesai.

Campus: a Photo Series > start to falling in love

2 notes

Minggu libur dan Maket iseng

3 notes

Life Once

You only life once, but if you do it right, once is enough.

- Mae West

Wat een melankolische daag todaag is!

World Ritual

Oh no, not another ritual! Not another invocation intended to make the invisible forces manifest in the visible world! What has that got to do with the world we live in today? Graduates leave university and can’t find a job. Old people reach retirement and have almost nothing to live on. Grown-ups have no time to dream, struggling from nine to five to support their families and pay for their children education, always bumping up against the thing we all know as ‘harsh reality’.

First paragraph of The Aleph - Paulo Coelho. Typed by Muh Firman.

'What happen with the world we live in today?' is the question i asked all day long today.

39 plays

Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya, novel Dewi Michelia, halaman 11-12, dibacakan oleh Nadia Aghnia Fadhillah.

Masih baru, belum dimix, dan mohon masukannya.

Batas

Apa batasan yang kupunya?

Mungkin salah satu cara menjawabnya adalah dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya, menempuh sejauh-jauhnya, menguasai seluas-luasnya.

Hingga nanti pada akhirnya aku tahu lantas menentukan apa batasku sendiri.

Hasrat

Kutitipkan pesan pada madu untuk meninggalkan kecupannya pada bibirmu.

Pada rimbun daundaun di taman ketika kau mempermainkannya di ujungujung jemari.

Pada gemericik air hangat yang kau ijinkan memeluk tubuh utuhmu.

Pada kemurnian kelopakkelopak krisan yang kau pindahkan ke tengah ruangan.

Pada dingin angin yang berhembus pada tengkuk dan telinga meninggalkan embunan hasrat.

Pada dingin air kelapa dan panas cinta yang kau kulum sementara.

Pada seprai yang kusut masai seusai pergumulanmu dengan waktu.

Pada negerinegeri asing, lembahlembah asing, gununggunung asing, guagua asing, yang menantang instingmu bertualang.

Pada binatang buas yang menerkammu dari belakang kala malam.

Pada dan melalui semesta kusampaikan hasrat sementara.

1 note